The Magical World of Harry Potter

"Knight to H-3!"

“Knight to H-3!”

“Knight to H-3!”. Dialog yang diucapkan oleh Ron Weasley itu yang pertama kali teringat oleh saya ketika saya menjejakkan kaki di depan museum The Making of Harry Potter. Di depan museum terpajang bidak catur ukuran raksasa yang digunakan dalam syuting film bertema penyihir paling terkenal di abad 21 ini. Wajar kalau saya sebut paling terkenal. Siapa coba yang tidak mengenal Harry Potter? Bocah kurus berkacamata bulat dengan bekas luka berbentuk petir di dahinya, yang sukses memikat jutaan bahkan mungkin milyaran orang dengan kisah heroiknya melawan You-Know-Who.

Saya beruntung bisa mengunjungi museum yang terletak di barat laut kota London ini. Waktu itu saya berkesempatan untuk mengikuti training di London selama kurang lebih seminggu. Tentunya saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk sekaligus berwisata di London dan sekitarnya. Museum Harry Potter ini langsung tercantum di dalam top destination list yang harus saya kunjungi selama berada di sana.

Tidak sulit untuk menyambangi museum ini dengan transportasi umum. Museum ini dekat dengan stasiun kereta Watford Junction. Untuk menuju ke Watford Junction dari tengah kota London, kamu bisa menggunakan London Overground (kereta tidak langsung semacam MRT) atau kereta langsung dari stasiun London Euston. Waktu tempuh dengan menggunakan London Overground sekitar 50 menit, sedangkan kereta langsung hanya memakan waktu 20 menit. Tentunya harga tiket kereta langsung lebih mahal, namun karena lebih efisien untuk waktu saya yang terbatas dan juga sekalian untuk pengalaman, saya memutuskan untuk menggunakan kereta langsung. Setibanya di Watford Junction, tersedia shuttle bus yang akan mengantarkan kamu ke museum, dan juga mengantarkan kembali ke stasiun, dengan tiket seharga £2 pp dibayar langsung saat naik bis pertama kali. Sedangkan untuk tiket museumnya cuma bisa dibeli online melalui situs Warner Bros Studio Tour London, yang kemudian ditukarkan dengan tiket fisik di mesin ticketing yang tersedia di pelataran museum.

Shuttle bus penghubung Watford Junction dan museum

Shuttle bus penghubung Watford Junction dan museum

Mesin untuk tukar tiket museum

Mesin untuk tukar tiket museum

Awalnya saya pikir museum Harry Potter ini bercerita tentang Harry Potter, Hogwarts dan dunia sihirnya. Tapi ternyata museum ini dibuat sebagai behind the scene dari serial film Harry Potter. Sebelum masuk ke dalam museum, pengunjung akan disambut oleh petugas yang akan menjelaskan sedikit tentang museum ini. Petugas ini kemudian mengantarkan pengunjung masuk ke setting ruangan yang langsung saya kenal: Hogwart’s Great Hall. Yeah you know, ruang makan besar dengan empat meja panjang yang ditempati masing-masing kelas – Gryffindor, Ravenclaw, Hufflepuff, dan Slytherin – di waktu makan.

Hogwart's Great Hall

Hogwart’s Great Hall

Wardrobe yang dipakai guru Hogwarts

Wardrobe yang dipakai guru Hogwarts

Petugas museum hanya mengantar Anda sampai di Great Hall. Saya pun melanjutkan tour mengelilingi museum sendiri. Layaknya behind the scene, museum ini kurang lebih bercerita tentang pembuatan film Harry Potter. Seisi museum penuh dengan properti asli yang pernah digunakan di sepanjang serial film Harry Potter. Wardrobe mulai dari baju harian, seragam Hogwarts, sampai jubah para guru. Perabot mulai dari tempat tidur asrama sampai wallpaper silsilah keluarga Black. Setting ruangan mulai dari ruang rekreasi, ruang kelas Ramuan, sampai ruang kerja Profesor Dumbledore. Perintilan mulai dari berbagai  tongkat sihir, topeng Death Eaters, sampai mobil terbang Weasley. Semua barang khas yang kita lihat di film Harry Potter bisa ditemukan di museum ini.

Setting ruang rekreasi Gryffindor

Setting ruang rekreasi Gryffindor

Replika Diagon Alley

Replika Diagon Alley

Serunya berada di dalam setting film Harry Potter nggak cuma bisa dirasakan dari propertinya saja. Ada juga replika rumah keluarga Dursley di Privet Drive, bekas rumah Potter di Godric’s Hollow, sampai replika Diagon Alley. Berjalan di sepanjang replika Diagon Alley membuat saya berimajinasi; saya sebagai siswa Hogwarts tahun pertama, dengan polosnya excited berbelanja kebutuhan sekolah sebelum memulai tahun ajaran di Hogwarts hehehe.

Ternyata bukan cuma properti syuting saja yang menjadi bagian dari behind the scene Harry Potter. Begitu selesai menyusuri lorong Diagon Alley, saya masuk ke sebuah ruangan yang dindingnya penuh ditempeli berbagai gambar teknik. Nggak cuma gambar teknik untuk desain ruangan, bahkan sapu terbang pun dibuat gambar tekniknya! Bukan hanya itu, mereka membuat maket dari bangunan-bangunan yang ada di film, mulai dari maket Hogwarts secara keseluruhan, menara Quidditch, rumah Hagrid, sampai Dedalu Perkasa pun mereka buat maketnya! Di sini saya benar-benar dibuat kagum dan ternganga. Memang saya tidak tahu bagaimana proses pembuatan film sekaliber Harry Potter, tapi melihat gambar teknik dan maket itu memberikan saya gambaran betapa teliti dan tekunnya kru film Harry Potter dalam mempersiapkan adegan demi adegan dalam film kesukaan jutaan anak di seluruh dunia itu. It gave me goosebumps.

Ruangan penuh gambar teknik

Ruangan penuh gambar teknik

Pengunjung sedang melihat maket Hogwarts

Pengunjung sedang melihat maket Hogwarts

Dan merinding saya ternyata belum selesai. Saya kembali dibuat merinding ketika masuk ke sebuah ruangan berisi miniatur (yang nggak mini-mini amat) istana Hogwarts. Miniatur ini digunakan oleh kru untuk mengambil gambar Hogwarts tampak atas. Di pinggiran miniatur tersedia panel display yang berisi video bagaimana miniatur Hogwarts itu digunakan dalam pengambilan gambar. And once again they made you amazed.

Miniatur Hogwarts

Miniatur Hogwarts

Kemudian sampailah saya di bagian akhir museum. Awalnya saya mengira ruangan itu replika toko Ollivanders Wand, karena memang sekilas terlihat seperti itu. Ribuan kotak tongkat sihir berjejer rapi di sekeliling ruangan. Sampai petugas museum yang ada di ruangan itu berkata, bahwa ruangan itu dibuat untuk menghormati setiap orang yang terlibat dalam pembuatan film Harry Potter, mulai dari kru sampai movie casts. Jadi di setiap kotak tongkat sihir terpampang nama mereka. Petugas pun iseng bertanya ada yang mau tahu nama siapa terletak dimana. Pengunjung ada yang menyahut, “Rupert Grint!”. Kemudian sang petugas menggunakan laser pointer yang dia pegang dan menyorot ke salah satu kotak. Dan ternyata benar yang disorot adalah kotak tongkat sihir dengan nama Rupert Grint. “J.K. Rowling!” sahut pengunjung lainnya. Sang petugas kembali menyorot ke salah satu kotak dengan pointer-nya. Dan kembali benar! Well, I wondered how much time he had to spend remembering the movie casts’ places :p

Ruangan kotak tongkat sihir persembahan untuk kru film

Ruangan kotak tongkat sihir persembahan untuk kru film

Keluar dari museum, masuklah saya ke area yang pasti ada di setiap museum. Yep, souvenir shop! Kalau Anda fans berat Harry Potter, pasti Anda akan susah menahan diri untuk berbelanja banyak di toko souvenir ini. Apalagi kalau Anda cuma bisa sekali seumur hidup ke sini. Well, at least itu yang terjadi pada saya haha. Mulai dari souvenir standar seperti gantungan kunci dan magnet, sampai souvenir khas Harry Potter seperti tongkat sihir masing-masing tokoh, wardrobe setiap kelas, cokelat kodok, Bertie Bott’s Every Flavour Beans pun ada! Tentunya permen Bertie Bott’s ini souvenir yang tidak boleh dilewatkan. Permennya benar-benar berbagai rasa. Mulai dari rasa yang normal seperti tutti-frutti dan cherry, sampai rasa yang aneh seperti sabun, tanah, dan rasa muntah. Entah campuran bahan apa saja yang mereka gunakan, tapi rasa yang aneh-aneh memang benar-benar mirip. Rasa muntah pun benar-benar terasa seperti apa yang kamu rasakan saat muntah. Saran saya, kalau ingin mencoba rasa yang aneh-aneh jangan dilakukan berurutan, tapi beri jeda. Makan minimal tiga rasa aneh yang berbeda tanpa jeda, bisa jadi kamu merasa mual, eneg, atau mungkin pusing. Karena saya dan teman saya merasa pusing setelah mencoba tiga rasa aneh yang berbeda tanpa istirahat hahaha.

Oh iya, di sini kamu juga bisa merasakan minuman legendaris Butterbeer, lho! At first, I thought it’ll taste weird. But surprisingly, it tastes good! It’s like you’re drinking a creamy root beer. Saya sarankan kamu beli dan minum Butterbeer selagi kamu di museum Harry Potter, meskipun antriannya bisa mengular, karena sepertinya minuman ini cuma dijual di sini.

The legendary Butterbeer. Cheers!

The legendary Butterbeer. Cheers!

Di akhir tour museum, tetiba saya sadar akan hal yang selama ini saya tidak sadari. Ternyata saya tumbuh kembang bersama Harry Potter. I grew up reading Harry Potter novels and watching Harry Potter movies. I’ve just realized how amazing Harry Potter world is. I’ve just realized how amazing J.K. Rowling is. Dan saya berharap akan bermunculan J.K. Rowling lainnya yang membuat cerita yang bisa membuat anak-anak berimajinasi dan juga mengajari anak-anak tentang nilai-nilai baik kehidupan, dan tentunya bisa dinikmati berbagai kalangan. Jadi saran saya, kalau kamu sedang bepergian ke London atau Inggris, dan kamu tumbuh menikmati dunia Harry Potter, sempatkan diri untuk mengunjungi museum The Making of Harry Potter ini.

Iklan

8 pemikiran pada “The Magical World of Harry Potter

  1. Halo saya mau nanya, kalo saya beli tiketnya via online apakah kartu kredit yg dipakai harus dibawa juga pas kesana? Boleh tolong jelasin sistematika pembelian dan penukaran tiketnya ngga? 🙂

    • Halo mba Sasya. Waktu itu saya beli online juga kok. Nanti sesudah beli akan di email oleh pihak WB nya booking confirmation, di dalamnya ada data detail kita, booking reference number, barcode. Nanti booking confirmationnya itu aja yg di print dan dibawa ke tempat utk collect tiket masuknya. Semoga membantu ya. 🙂

  2. Hai Mas salam kenal sebelumnya.. terima kasih ya infonya.. kebetulan saya mau ke London Agustus ini.. boleh tanya2 yaaa mas 😀 untuk beli tiketnya hanya bisa via online ya? dan aksesnya dari London ke studio tour ini kurang lebih brapa lama dan memerlukan biaya berapa ya kira2? terima kasih 🙂

    • Halo mba reni, salam kenal juga.
      Untuk tiketnya setau saya sih hanya bisa dibeli online, jadi nanti disana tinggal tuker tiketnya saja di mesin. Lalu untuk akses dr London, bisa naik London Overground (lanjutannya Tube atau MRT, bisa dengan Oyster card saja) atau kereta langsung dari stasiun London Euston. Kalau naik Tube lanjut London Overground sekitar 50 menit dr stasiun Euston, sedangkan kereta langsung cuma 20 menit. Untuk beli tiket kereta langsung bisa di stasiun London Euston, mungkin bisa cek jadwal keberangkatan keretanya di stasiun London Euston langsung sehari sebelumnya ya biar aman.
      Semoga membantu ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s